Bencana Banjir Dahsyat Di Thailand Dan Beberapa Provinsi Sumatera 145 Korban Tewas Banjir Thailand, 174 Korban Tewas Di Sumatra Dan Puluhan Hilang

Bencana Banjir Dahsyat Di Thailand Dan Beberapa Provinsi Sumatera 145 Korban Tewas Banjir Thailand, 174 Korban Tewas Di Sumatra Dan Puluhan Hilang 


 Data terakhir tercatat 316 orang meninggal dunia di Sumatera saja, sebanyak 100 orang hilang. Sebanyak 75.219 mengungsi dan 106.806 terdampak di Sumatera Barat saja (Al Jazeera, 29/11/2025)
 
 

 


Bandung, 28 November 2025


Banjir Mematikan Di Thailand

Bencana dahsyat terjadi di beberapa lokasi di Thailand, dan saat bersamaan bencana yang sama juga melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatra. Sebanyak 319 Korban tewas dilaporkan di dua lokasi negara bertetangga ini.

Per Senin (01/12) Data korban meninggal tercatat menjadi 442 tewas, 119.830 orang terdampak banjir, dan 107.305 orang mengungsi di Aceh Utara  (I News, 01/12/2025) 

 
Data dari team gabungan dari BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah Senin (01/12) pukul 17.00, menyatakan jumlah korban tewas bertambah menjadi 604 jiwa, dan 464 orang hilang (Data dari BNPB) 

 

Jumlah korban tewas akibat banjir di Thailand selatan telah meningkat menjadi 145 orang. Pemerintah Thailand mengatakan bahwa dari jumlah itu, lebih dari 100 orang tewas di Provinsi Songkhla, yang terdampak paling parah.

 

Baca Juga

Banjir Bandang Raksasa Sumatra Telan 604 Korban Jiwa 

Korban Ratusan Tewas Akibat Bencana Banjir Bandang Di Thailand  Dan Sumatra 

 

Banjir dahsyat telah melanda Thailand selatan pekan ini, khususnya di Distrik Hat Yai, dekat perbatasan dengan Malaysia.

"Total korban tewas di provinsi-provinsi selatan adalah 145 orang, dengan Songkhla menyumbang 110 orang," kata juru bicara pemerintah Siripong Angkasakulkiat dalam konferensi pers, dilansir kantor berita AFP, Jumat (28/11/2025).

Luasnya wilayah yang terendam banjir, mendorong penduduk untuk berlindung di atap-atap rumah. Fasilitas kamar jenazah yang ada di Rumah Sakit Songkhla pun melaporkan mulai kewalahan menampung korban tewas akibat banjir. Hal ini memaksa otoritas setempat untuk mendatangkan tiga truk berpendingin, agar bisa menjadi tempat penampungan sementara bagi jenazah korban banjir.



Tiga siklon tropis diketahui menjadi salah satu sumber besar penyebab bencana ini. Siklon Senyar, Siklon Ditwah, dan Siklon Koto. 

Serangan Siklon di Sumatera dianalisis sebagai siklon aneh yang merupakan perpaduan aneh antara siklon Senyar dan Siklon Koto, sebuah peristiwa siklon paling aneh yang melanda Sumatra. BMKG Indonesia menganalisis perpaduan dua siklon Senyat Dan Siklon Koto ini sebagai siklon 95B, bukan siklon tapi bibit Siklon. Karena memiliki karakter khas yang berbeda dengan siklon Senyat dan siklon Koto, masih disebut bibit oleh BMKG, akan tetapi telah menghancurkan Sumatera.

Di Seluruh dunia diketahui ada sebanyak 217 jenis siklon tropis yang menyebabkan 14,8 juta kematian di seluruh dunia. Setiap tahun, Siklon tropis menyerang lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia dan mengakibatkan kerugian sekitar 51,5 miliar USD secara global atau kurang lebih 1030 trilyun rupiah.

 

Militer Thailand telah mengerahkan sekitar 200 perahu, 20 helikopter, dan bahkan kapal induk mereka untuk membantu upaya penanggulangan banjir dan penyelamatan.




Paradorn Prissananantakul, direktur pusat operasi penanggulangan banjir, mengatakan bahwa pihaknya berupaya keras memulihkan kota-kota yang terlanda banjir bandang kembali normal

"Kami sekarang memasuki fase rehabilitasi dan berupaya memulihkan kota-kota ke keadaan normal secepat mungkin." kata Paradorn

Data yang dilansir oleh Pemerintah Tahiland menyatakan bahawa lebih dari 14.000 orang telah dievakuasi dari daerah terdampak banjir. Dalam catatan pemerintah Thailand, banjir dahsyat ini adalah bencana terparah selama 300 tahun terakhir.
 




Sri Langka Terpukul Hebat

Banjir Bandang yang disebabkan oleh Siklon Ditwah ini juga menyerang Sri Langka. Ibu kota Srilangka, Kolombo, dilaporkan juga dalam kondisi terendam air terkena banjir bandang. Jumlah korban tewas yang berkembang di laut timur Sri Lanka, tercatat pada Minggu (30/11/2025) meningkat menjadi 334 orang dan sejumlah puluhan sampai ratusan korban lain yang dinyatakan hilang. Selain itu, hampir 148.000 warga Sri Lanka harus mengungsi untuk ditempatkan di tempat penampungan sementara. 


Per Selasa (02/12) Data korban meninggal tercatat menjadi 604 orang(Sumatra), 170 orang (Thailand), 334 orang (Sri Langka), atau total 1108 tewas, ditambah dengan ratusan orang lain yang hilang, belum diketemukan. Sementara itu ratusan ribu orang lainya terpaksa harus mengungsi dan kehilangan rumah tempat tinggalnya



 

 

 Daftar Panjang Korban Banjir Sumatra

 
Sementara itu Banjir di Indonesia melanda Provinsi Sumut, Aceh, dan Sumbar. BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia imbas banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mencapai 174 orang sampai Jumat (28/11) sore.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan korban tewas paling banyak berasal dari Sumut yakni 116 orang. Kemudian ada 42 orang masih hilang dalam pencarian.

Kemudian di wilayah Aceh, korban tewas karena banjir dan longsor sebanyak 25 orang dan 25 orang lainnya masih hilang.

Selanjutnya untuk wilayah Sumbar, kata Suharyanto, korban meninggal dunia sebanyak 23 orang. Lalu 12 orang lainnya masih dalam pencarian.

"Tiga provinsi ini relatif bencananya besar meskipun kalau dibandingkan dengan Sumut, Aceh, Sumbar ini relatif lebih ringan. Tapi bukan berarti ringan kalau dibandingkan dengan Sumut, Aceh," ujarnya Suharyanto.

Bukan itu saja, banjir yang terjadi juga memicu pengungsian besar-besaran warga dari lokasi banjir.

Berikut rincian korban jiwa dan pengungsi dari BNPB per Jumat (28/11):

Provinsi Sumut
Korban meninggal dunia: 116 orang
Korban hilang: 42 orang

Rinciannya:
- Tapanuli Utara: 11 orang
- Tapanuli Tengah: 47 orang
- Tapanuli Selatan: 32 orang
- Kota Sibolga: 17 orang
- Humbang Hasudutan: 6 orang
- Kota Padang Sidempuan: 1 orang
- Pakpak Bharat: 2 orang

Jumlah pengungsi lebih dari 3.800 kepala keluarga (KK)
Rinciannya:
- Tapanuli Utara 600 KK
- Tapanuli Tengah 1.100 KK
- Tapanuli Selatan 250 KK
- Kota Sibolga 200 KK
- Humbang Hasudutan 150 KK
- Mandailing Natal 1.500 KK

Provinsi Aceh
Korban meninggal dunia: 35 orang
Korban hilang: 25 orang

Korban terbanyak berasal dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah.Pendataan masih berlangsung di sejumlah wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara.

Jumlah pengungsi: 4.846 KK di sejumlah kabupaten/kota


Provinsi Sumbar
Korban meninggal dunia: 23 orang Korban hilang: 12 orang

Tersebar di beberapa wilayah seperti Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, serta Pasaman Barat.

Jumlah pengungsi: 3.900 KK di sejumlah kabupaten/kota

Bencana banjir bandang ini terutama dipicu oleh serangan siklon tropis yang dahsyat. Serangan yang dahsyat ini memunculkan debit air yang sangat tinggi, ditambah kerusakan yang parah pada daerah penyangga air, di lokasi hutan dan lokasi hutan yang rusak parah.

Laporan : Vijay

 



Up date data per 4/12/2024 : Korban Meninggal 836 orang dan korban hilang 509 orang, 2564 luka-luka, 3500 bangunan rusak berat, 24.600 bangunan rusk sedang dan ringan, 271 jembatan hancur, 282 fasiltas pendidikan rusak  (Data BNPB)

 

 

 

 

 

 

Lebih baru Lebih lama