Sinergi Andalan (INET) Bidik Lonjakan Pendapatan dan Laba di Atas 30%
Bandung, 16 Apr 2025
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) membidik lonjakan pendapatan dan laba bersih di atas 30% pada 2025. Optimisme ini sejalan dengan proyek ekspansi dan rencana pengembangan teknologi terbaru seperti pemanfaatan frekuensi 1,4 GHz untuk efisiensi layanan broadband rumah (FTTH).
“Ke depan, internet bukan hanya soal koneksi cepat, tapi tentang kesiapan infrastruktur dalam mendukung kebutuhan data yang akan makin besar, termasuk untuk teknologi AI,” ujar Arif Direktur Utama Sinergi INti Andalan Prima (INET) Muhammad Arif dalam keterangan pers, Rabu (16/4/2025).
Arif mengatakan, INET terus memperluas cakupan bisnisnya di sektor digital dan internet melalui penguatan layanan B2B serta rencana ekspansi ke pasar internasional. INET, yang fokus pada layanan backbone untuk Internet Service Provider (ISP), saat ini telah memiliki sekitar 200 ISP sebagai pelanggan aktif di Pulau Jawa dari total lebih dari 800 ISP yang beroperasi di wilayah tersebut.
Secara nasional, terdapat sekitar 1.300 ISP di Indonesia, mencerminkan potensi pasar yang sangat besar bagi perusahaan.
"Bisnis internet adalah perjalanan panjang dari sebuah data. INET hadir sebagai backbone provider karena kami melihat potensi pertumbuhan pasar ISP di Indonesia, khususnya di Jawa, sangat luar biasa," ujar Arif, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Selain memperkuat jaringan domestik, Arif mengatakan, INET telah membuka Point of Presence (POP) di Singapura sebagai langkah awal memasuki pasar internasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun konektivitas lintas negara.
Menurut Arif, INET telah meresmikan fase pertama pembangunan data center di Gedung Cyber, Jakarta, yang kini telah terisi sekitar 70% kapasitas. Perusahaan juga tengah menyelesaikan fase kedua pengembangan di lokasi yang sama dengan target penyelesaian pada Juni 2025.
Hub Utama
Data center yang dibangun ini diharapkan menjadi hub utama yang menghubungkan lebih dari 58 titik layanan (POP) di seluruh Pulau Jawa, guna meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kepada pelanggan.
“Dengan memperbanyak titik POP, ISP tidak perlu lagi menarik koneksi sampai ke Jakarta. Ini akan menurunkan biaya, meningkatkan kecepatan, dan memperluas cakupan layanan,” tambah Arif.
Salah satu proyek strategis yang kini tengah dikaji adalah pembangunan kabel laut berkapasitas hingga 20 Terabyte. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan koneksi internasional, seiring meningkatnya permintaan data, termasuk dari sektor cloud, gaming, hingga kecerdasan buatan (AI).
Arif mengungkapkan, dengan memiliki kabel sendiri, biaya operasional bisa ditekan hingga 40%.
"Saat ini kami masih menyewa infrastruktur pihak ketiga." Kata Arif
Arif juga mengatakan INET menargetkan proses kontrak proyek kabel laut akan rampung pada kuartal II tahun ini, dengan pelaksanaan konstruksi dimulai akhir 2025 atau awal 2026.
“Guna mendukung ekspansi infrastruktur ini, INET mempertimbangkan penerbitan obligasi sebagai opsi pendanaan paling masuk akal menjelang akhir 2025,” tutup Arif.

