Alun - Alun Kota Malang, Kenapa Kelihatan Semakin Kering Kumuh Dan Kotor ? Atau Mungkin Salah Lihat ?
Jum'at, 27/06/2025
Alun-alun kota Malang adalah salah satu icon kota Malang. Akan tetapi semakin hari kondisinya terlihat semakin tidak terawat, kumuh kering dan kotor. Dari depan masjid Agung Kota Malang, tempat duduk untuk para pengunjung dikuasai oleh para pengemis, dan PKL dengan berbagai barang dagangan nya.
Padahal jelas-jelas dipampangkan di tengah-tengah alun-alun kota itu larangan bagi para PKL memasuki lokasi alun-alun untuk berdagang apapun. Akan tetapi PKL dengan berbagai jenis barang yang dijual ditemui menjual apa saja yang bisa dijual di tengah alun-alun.
Sejumlah penjual makanan yang bergaya bicara Madura terlihat duduk dan tidur di kursi duduk alun-alun yang sebenarnya disiapkan untuk para pengunjung wisata alun-alun kota Malang.
Informatika News Line mendapatkan tempat duduk yang reot, salah ambil posisi duduk tempat duduk ini pasti akan patah. Padahal disain nya masih lumayan. Perpaduan antara kayu dan besi yang dibuat bagus.
Kalau pernah jalan-jalan di sekitar jalan Dago Bandung atau di depan Gedung Sate Bandung, maka disain dan bentuk kursi ini sama persis, tak ada bedanya antara disain dan juga bahan nya. Beberapa Icon yang ada di Malang dan di beberapa kota di Indonesia ini mencoba meniru gaya disain kota Bandung yang cantik. Gaya kursi Bandung, seperti ini sudah ditemukan Informatika Newsline 10 tahunan yang lalu
Air mancur di tengah alun-alun dimatikan membuat pemanis alun alun itu menjadi seperti onggokan bangunan yang tak berfungsi.
Pengunjung terlihat ramai hari Jum'at siang (27/06), setelah selesai ibadah Sholat Jum'at di Masjid Agung Kota Malang. akan tetapi karena tak banyak sisa perawatan kebersihan yang terlihat, membuat kawasan alun-alun ini tidak berhasil muncul keindahannya.
Tiba-tiba ada pengamen dan pengemis yang mendatangi Informatika News Line. Sambil bernyanyi tidak jelas.
" Huh hah huh...hmmm ...hmmm..." Kata pengamen dengan menggunakan alat musik dari botol Aqua bekas.
Pengamen itu memakai jas lusuh, berbicara logat Madura, lalu pergi sebelum sempat menerima uang. Lalu disusul pengemis wanita, dengan baju lusuh dan rambut putih.
Tak lama berada di tengah alun-alun, ada yang menjemput Informatika Newsline untuk meneruskan melihat-lihat kota Malang yang semakin terlihat cantik, bersih, dan memanjakan mata para pengunjung wisata kota. Tapi tetap saja alun-alun masih terlihat lusuh dan sedikit kumuh, tidak jelas bagaimana wajah alun-alun ini akan ditampilkan sebaga salah satu sudut wisata kota Malang.
Alun-alun adalah salah satu icon yang akhir minggu ini akan diserbu tambahan wisata sebanyak 22 ribu lebih atlet dari seluruh Jawa Timur, yang akan bersiap mengikuti event pembukaan Porprov di Kota Malang, besok (28/06).
Laporan : MIG


