Jadilah Versi Terbaik Dari Dirimu






Surabaya, 20 Juni 2025
Saat sedang duduk di halte Dukuh Menanggal Surabaya, Jum'at (20/06), tiba-tiba ada tulisan yang menarik di baju yang dipakai salah satu calon penumpang transportasi publik Kota Surabaya. 

Saat mau memotret, si pemilik baju itu berpaling ke arah lain, sehingga tak sempat mengabadikan dalam bentuk foto. No picture hoax, kata seorang anggota DPRD kepada Informatika News Line. Maknanya gambar, foto atau video lebih punya tingkat untuk dipercaya, dibandingkan dengan sekedar tulisan. 


Baca Juga :


Foto membawa seribu makna di baliknya, kata Ahmadi Thaha, seorang professional jurnalis di Bandung beberapa tahun yang lalu. 

Kata-kata yang tertulis di baju orang itu adalah 

Jadilah versi terbaik dari dirimu

Kata-katanya sederhana, akan tetapi ada makna sangat kompleks dan mendalam di petikan kata sederhana itu. 






Eksistensi Manusia Itu Diskontinyu

Realitas pertama yang muncul dari kata-kata sederhana itu adalah bahwa realitas dan eksistensi manusia itu tidaklah kontinyu. Akan tetapi diskontinyu. 

Salah satu turunan relativitas Einstein adalah tentang realitas diskrit, bukan kontinyu dari alam.

Alam hanya seperti gelembung sabun, yang mengembang lalu splash hilang meletus begitu saja. Kehidupan yang ada di alam hanyalah seperti gelembung sabun yang sangat rentan musnah, hilang, musnah begitu saja. 

Sebuah tiupan ciptaan telah membuat gelembung sabun alam semesta itu muncul begitu saja. Gelembung sabun itu berkembang menjadi besar, lalu saat batas-batas gelembung nya dilewati, tiba-tiba gelembung itu meledak, musnah begitu saja.

Konsep the Quantum Bubble dalam fisika teori adalah teori gelembung Alam semesta.
 
Seperti ribuan potongan-potongan gambar yang berubah setiap waktu, manusia sebenarnya selalu dalam kondisi musnah. Akan tetapi dalam saat kemusnahan itu tiba-tiba tiupan Ar Rohman Al Hayyat menghidupkan kembali. Akan tetapi karena sifat mayyit, kematian, yang selalu menempel pada alam semesta termasuk manusia, maka sesaat setelah tiupan kehipan itu, sesaat kemudian manusia kembali musnah. Teori Kuantum Bublle melihat kehidupan seperti gelembung sabun, yang ditiup, berkembang, dan pada titik batas kehidupan, gelembung itu pecah dan musnah begitu saja.
 
Lebih baru Lebih lama