Melirik Batik Painting Exhibition Di Gang Sosromenduran
Yogyakarta, 25/08/2025
Gang kecil di depan Gedung DPRD Provinsi DI Yogyakarta jam 10 an pagi, Senin (25/08), masih tampak lengang.
" Batik Painting here ....." Kata bapak bapak dengan anting di telinga, mempersilahkan beberapa turis berkulit putih memasuki gang kecil itu
Gang Sosromenduran memang kecil, akan tetapi ada sejumlah barang seni yang dijual di dalam gang kecil itu.
Ada yang jualan sandal, kue bakpia, dua tiga toko penjual batik, beli kue 20 harga 100 ribu. Batik harga 35 ribu.
" Where are you come from..." Kata bapak bapak yang menyambut turis muda berkulit putih.
" From Holland...oke...", maksudnya dari Netherlands, Belanda
Setelah memasuki galeri kecil di dalam Gang Sosromenduran, turis muda ganteng itu tenggelam masuki ke dalam galeri itu. Mungkin sedang terkagum-kagum dengan deretan lukisan di atas kain dengan pola batik itu.
Tak lama setelah itu terlihat serombongan turis dari Amerika Selatan, wajah nya cantik dan tampan, dan sesekali bercanda dengan guide warga lokal Yogyakarta beranting telinga.
Saat Informatika news line memasuki galeri tersebut, beberapa wajah guide lokal Yogyakarta menyelidik.
" Mas dilarang memotret di sini ya.." kata salah satu yang berbadan kekar dan agak sedikit sangar wajahnya.
Bukan seniman ... mereka seperti kelompok preman atau LSM hitam yang mencari uang dengan cara-cara hitam. Ada juga LSM putih atau LMS baik yang memperjuangkan ide-ide nya dengan cara-cara yang baik.
Ah mungkin juga tidak. Mungkin mereka juga merasa in secure, melihat ada orang lokal yang melihat Batik Painting Exibition yang mereka gelar di gang di depan Gedung DPRD Provinsi Yogyakarta itu.
Tak lama rombongan setengah lusin turis dari Amerika Selatan itu keluar dari galeri bergegas keluar dengan wajah yang berbeda dan meneruskan keluar dari lorong gang Sosromenduran dan meneruskan berjalan di Jalan Malioboro Yogyakarta.