Respon Aneh Gak Jelas Warga +62 Tak Faham Kesejajaran Alat Tukar

 Respon Aneh Gak Jelas Warga +62 Tak Faham Kesejajaran Alat Tukar Atau Apa ?



Jakarta, News Corner Kota Batu, 09/09/2025

Entah karena lugu, gak jelas, kurang pendidikan, kurang pemahaman, kurang literasi, atau yang lain-lainnya yang kurang lebih sama setara pemahaman nya.

Harga bendera paling hanya 10 ribu rupiah, tapi tidak bisa mensejajarkan nya dengan harga motor. Potret yang diangkat oleh akun Instagram Ladisiao Camara Carranza ini memang menghibur, tapi sekaligus membuat semua orang berfikir keras memahami apa yang sedang terjadi.

Tapi apa yang direspons oleh penjual bendera ini adalah sebuah potret ajaib yang ada di negeri +62 yang oleh para pengamat yang sinis menyebut dengan sebutan Negeri Konoha.




Dari sisi filosofis memang harga atau nilai sebuah bendera merah putih, jauh lebih mahal dan lebih tinggi dari harga motor yang tak seberapa. Jadi kalau penjual hanya meminta pembayaran dalam bentuk cash itu wajar-wajar saja. 

Bendera merah putih itu dijaga dan direbut dengan perjuangan yang dipenuhi darah dan air mata. Hanya sekedar diganti kan dengan nilai motor? Itu penghinaan filosofis.

Akan tetapi ada nilai praktis dari sebuah nilai filosofis. Praktisnya ya jelas tidak bisa dibandingkan. Nilai harga motor yang senilai 15 juta rupiah dibandingkan dengan nilai bendera yang hanya 10 ribu rupiah. 


Baca Juga : 

Menikmati Karya Seni Gila Si Komat 







Benturan nilai yang sangat kompleks yang terjadi di tengah tengah masyarakat membuat si penjual bendera tak mampu memahami kesejajaran nilai antara bendera dan harga motor.

Di Medan pertempuran jangan coba-coba tawarkan motor untuk ditukar dengan bendera merah putih. Bisa bisa nyawa melayang, karena NKRI harga mati. 

Fenomena aneh ini, apakah hasil dari pendidikan yang gagal ? Mungkin juga tidak, karena memang penjual bendera sudah tidak sekolah. Sehingga ketika ditanya nama Pahlawan yang muncul adalah Nama Habib Hamka, siapa itu ? Oh mungkin yang dimaksud adalah Hamka ? Ketua MUI jaman Orde Baru yang lalu ? Atau yang dimaksud yang lain ?

Tidak mudah membaca apa yang sedang terjadi. Bahkan Ladisiao Camara Carranza juga ikut bingung dengan yang dia sedang hadapi.

" Gua bingung ini....." Kata nya.

Tapi sajian materi penuh ide dari intagram yang per Selasa (09/09) ini sudah meraih 150 ribu like dan mendekati 1500 komentar itu cukup menghibur.

Mungkin ada nilai lain yang didapatkan saat membuat materi yang lucu dan penuh dengan inspirasi ini.

Ide brilian Instagram ini harusnya jauh lebih membuat para pemikir negeri berpikir lebih dalam. Ada apa ? Apa yang sedang terjadi.

Jangan-jangan emas permata yang ada di negeri ini, seluruh sumber daya alam yang ada di negeri ini, selama ini memang juga sudah ditukar oleh sebuah motor butut saja. Motor jauh lebih praktis dibandingkan batu bara yang bernilai triliunan rupiah. Atau sebuah sepeda kayuh biasa jauh lebih berharga dibandingkan dengan blok minyak dan gas yang ada di Bojonegoro ?

Berkumpul lah, wahai para Professor, ribuan Doktor, para pemikir negeri, Kiai, dukun, dan siapa saja yang ikut menentukan tata nilai yang ada di tengah masyarakat. Dan berdiskusi lah dengan serius, kenapa harga bendera merah putih yang murah itu tak membuat si penjual bendera memberikan benderanya dengan pembayaran motor yang diberikan oleh si wajah Bule Ladisiao Cammara Caranya ini.

" Maaf Pak...gak bisa ... Hanya terima cash saja....."

" Kamu pasti didoakan oleh Ibu mu hari ini...."

" Habib Hamka...."

...

Ah... lieur Aing mah.....


Vijay























Lebih baru Lebih lama