Hearing DPI Pasar Ikan Sidoarjo : Komisi C Sarankan Revitalisasi Depo Pasar Ikan Sidoarjo

 Hearing DPI Pasar Ikan Sidoarjo : Komisi C Sarankan Revitalisasi Depo Pasar Ikan Sidoarjo

 




Sidoarjo, Informatika News Line, 30/01/2025
Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo menilai perlu adanya revitalisasi terkait keberadaan Depo Pasar Ikan (DPI) di kawasan Jalan Raya Lingkar Timur, Kecamatan Sidoarjo.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perikanan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, anggota, Komisi C DPRD Sidoarjo, menilai fasilitas DPI dalam kondisi kurang layak menopang aktivitas jual beli ikan.

Dalam Rapat Dengar pendapat yang digelar Jum'at (30/01) ini terbongkar, adanya sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi oleh DPI, mulai dari kondisi pasar yang kumuh, becek, bau menyengat yang dinilai mengganggu kenyamanan pedagang dan pembeli, dan bahkan penataan lokasi serta pengelolaan limbah yang masih belum optimal dilaksanakan.

Padahal, Depo Pasar Ikan atau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berlokasi di Lingkar Timur Rangkah Kidul itu merupakan salah satu pusat belanja ikan favorit masyarakat, tidak hanya warga Sidoarjo, tetapi juga pengunjung dari luar daerah Sidoarjo, bahkan dari sejumlah masukan, pasar DPI Ikan Sidoarjo ini menarik pengunjung dari seluruh Provinsi Jawa Timur, sejumlah warga Jawa Tengah, dan bahkan Provinsi Bali juga ikut berbelanja di DPI terbesar ini.

“Harus segera ada pembenahan di Depo Pasar Ikan Sidoarjo itu,” komentar Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, H. Choirul Hidayat, menanggapi berbagai masukan yang disampaikan.

Menurut Choirul, revitalisasi pasar ikan menjadi langkah penting demi menjaga keberlangsungan aktivitas jual beli segalan jenis ikan sekaligus meningkatkan daya tarik pasar.

“Keberadaan pasar ini kan sudah lama, dan banyak dikenal warga Sidoarjo maupun luar Sidoarjo, jadi harus diperhatikan secara baik kondisinya, mulai infrastruktur maupun sarana pendukung lainnya,” kata Choirul lebih lanjut.

Choirul juga menyampaikan bahwa keberadaan Depo Pasar Ikan berpotensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila dikelola secara optimal.

Selain infrastruktur pasar, Choirul Hidayat juga menyoroti kinerja penyuluh perikanan, khususnya dalam pendampingan nelayan kupang. Menurutnya, masih banyak nelayan yang kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi karena kurangnya sosialisasi.

“Nelayan sebenarnya bisa membeli solar di SPBU dengan melengkapi kartu nelayan dan data mesin perahu. Kurangnya sosialisasi membuat mereka justru membeli dari pengepul dengan harga lebih mahal.”

Ketua Komisi C, berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan baik infrastruktur maupun pengelolaan TPI di lingkar timur tersebut.

H.M Abud Asyrofi, anggota Komisi C dari PKB, juga memberikan komentar tentang kondisi DPI yang menurutnya kurang layak untuk aktivitas jual beli. Menurut Abud kondisi Pasar Ikan saat ini dalam kondisi kumuh, becek serta menimbulkan bau tidak sedap.

“Kondisi Depo Pasar Ikan di Lingkar Timur, saat ini kondisinya harus segera dibenahi agar menjadi tempat yang layak untuk proses jual beli. Karena kebutuhan ikan sangat penting dalam jumlah besar sekarang ini. Terutama, untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah,” kata Abud.

Abud juga meminta Dinas Perikanan Pemkab Sidoarjo juga menata ulang Pasar Ikan Hias di Sidoarjo, karena ada dugaan dan laporan, kerap dijadikan tempat mesum.

“Pasar ikan hias itu juga harus dibenahi, agar kembali seperti semula manfaat pembangunan Pasar Ikan Hias itu,” kata Abud.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, dari Partai Gerindra, H. Anang Siswandoko, mendorong Dinas Perikanan untuk turun langsung ke lapangan dan menyusun perencanaan penataan atau grand design pasar ikan secara menyeluruh. Sehingga revitalisasi pasar ikan mampu menarik wisatawan dan dapat menjadikan tempat pelelangan ikan menjadi ikon di Sidoarjo.

“Depo Pasar Ikan ini memiliki potensi yang luar biasa. Nah jika pasar ikan ini bagus, bersih dan nyaman maka akan menarik wisatawan. Tentunya juga dapat meningkatkan pendapat daerah,” kata Anang.

Sedangkan anggota Komisi C lainnya, H. Emir Firdaus mendorong adanya perhatian lebih terhadap pasar ikan di Sedati melalui kerja sama dengan TNI AL sebagai pemilik lahan.

Anggota Komisi C M Rojik mengusulkan rencana pembangunan pasar ikan di kawasan Jabon. Menurut Rojik, pembangunan pasar ikan lagi di area kantong nelayan seperti di Kecamatan Jabon melalui pembangunan Industrial Fishery Hub di Jabon akan lebih membantu proses pemasaran ikan dari para nelayan. Menurut Rojik Proyek pembangunan ini diestimasikan akan menelan anggaran Rp 40 hingga Rp 60 Miliar dan dapat dirancang sebagai pusat perikanan modern dengan fasilitas Blast Freezer (ruang pendingin cepat suhu ekstrim) bertenaga surya.

“Potensi jual beli ikan dan hasil laut di Kecamatan Jabon cukup besar. Kalau tersedia pasar ikan yang memadai di Jabon, harapannya dapat mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitarnya,” tandas Rojik.

Kepala Dinas Perikanan Pemkab Sidoarjo, Muhammad Yunan Khoiron, berjanji akan menindaklanjuti masukan dari anggota dan pimpinan Komisi C DPRD Sidoarjo.

“Kami siap melakukan pembenahan sektor pasar ikan serta meningkatkan kinerja penyuluh perikanan di lapangan. Harapannya, bisa menjadi pasar yang ideal untuk proses jual beli,” kata Yunan. (TNNW)

 

 

 

Lebih baru Lebih lama