Tahun Ini 197 Sapi, 523 Domba : Ketika Desa Batur Banjarnegara Ber Idul Kurban
Banjarnegara, 6 Juni 2025
Gubernur Jawa Tengah yang baru, Ahmad Luthfi menyampaikan kepada pers bahwa di seluruh Jawa Tengah paling tidak ada 547.590 hewan kurban yang dikorbankan pada Iedhul Adha tahun 1446 H ini. Pernyataan Ahmad Luthfi ini disampaikan saat menjelang perayaan Iedhul Adha 1446 H, Jum'at (06/06) di Semarang.
Jumlah ini di luar hewan kurban yang disembelih secara mandiri oleh warga yang tidak dilaporkan kepala Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Jika kurban yang dilakukan secara mandiri oleh warga ikut dihitung diperkirakan jumlahnya dua kali lipat dibandingkan yang berhasil dicatat oleh Pemprov Jawa Tengah.
Salah satu lokasi yang menjadi langganan hewan korban besar-besaran adalah yang dilakukan oleh warga desa Batur Banjarnegara, Jawa Tengah, sebagaimana yang dilaporkan oleh Antara. Warga desa Batur menggelar perayaan Iedul Adha tahun ini dengan menyembelih 720 ekor hewan kurban, naik dari tahun lalu yang hanya 668 an hewan kurban.
Sebanyak 720 hewan kurban ini terdiri atas 197 sapi dan 523 kambing atau domba disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi tahun ini.
"Ada peningkatan dari tahun sebelumnya," kata Kepala Desa Batur Ahmad Fauzi di Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jumat (06/06)
Jumlah hewan kurban yang disembelih tahun lalu hanya sebanyak 668 ekor, terdiri atas 200 sapi dan 468 kambing/domba.
Untuk wilayah Krajan yang meliputi Dusun Batur Kidul, Batur Tengah, dan Batur Lor terdapat peningkatan, dari 74 sapi dan 293 kambing/domba menjadi 78 sapi dan 353 kambing/domba tahun ini.
Fauzi mengatakan bahwa ratusan hewan kurban yang disembelih itu merupakan hasil iuran warga setempat yang dikumpulkan selama setahun sejak Hari Raya Idul Adha tahun sebelumnya.
Iuran kurban telah menjadi tradisi yang berlangsung sejak puluhan tahun silam di Desa Batur yang terdiri atas 13 dusun, meskipun tidak semua keluarga turut memberikan iuran.
"Iuran tersebut per keluarga, sehingga setiap kepala keluarga di Desa Batur menyisihkan uang untuk korban" kata Fauzi menjelaskan.
Untuk warga yang bekerja sebagai pedagang di pasar, iurannya dikumpulkan setiap hari pasaran 5 hari sekali. Warga pegawai atau karyawan setiap bulan sekali. Sementara para petani iuran setiap kali panen. Ada juga sebagian warga yang menggunakan mekanisme simpanan harian.
"Ketika mendekati Hari Raya Idul Adha, seluruh uang yang dikumpulkan oleh panitia dari masing-masing sektor pekerjaan itu akan diakumulasi," kata Fauzi.
Distribusi daging kurban yang mencapai puluhan ton, dari desa ini bahkan merambah 7 kota kabupaten di Jawa Tengah.
"Sebagian daging kurban juga didistribusikan untuk sejumlah warga di kabupaten sekitar, antara lain Wonosobo, Batang, Pekalongan, Temanggung, Magelang, dan Batang," kata Fauzi menyatakan distribusi kurban selain di Kabupaten Banjarnegara sendiri.
Laporan: MIG/Antara
