Sinergi Positif AWOS-Dinas Pendidikan Sidoarjo,Keterbukaan Informasi Publik Untuk Peningkatan Kualitas Layanan Dan Pendidikan Publik

Sinergi Positif AWOS-Dinas Pendidikan Sidoarjo,Keterbukaan Informasi Publik Untuk Peningkatan Kualitas Layanan Dan Pendidikan Publik 

 


 



 
Sidoarjo, 30/07/2025

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo dan Aliansi Wartawan Online Sidoarjo (AWOS) menjalin kolaborasi strategis untuk meningkatkan keterbukaan penyebaran informasi publik di sektor pendidikan.

Kolaborasi ditujukan untuk membangun sinergi dalam menyampaikan informasi yang positif, akurat, edukatif, terbuka serta konstruktif, sekaligus menangkal berita hoax di masyarakat.

Bukan hanya itu saja, kolaborasi yang dibangun ini juga punya tujuan pasti untuk meningkatkan kualitas pendidikan publik, baik di tingkat lokal Sidoarjo, bahkan sampai ke tingkat Nasional.

Pertemuan dan diskusi antara pengurus AWOS dengan jajaran Dinas Pendidikan digelar pada Rabu (30/7/2025) di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, dengan suasana yang penuh keakraban dan komitmen bersama.

Ketua AWOS, Warsono S.T., S.H, dalam pertemuan itu menyampaikan, bahwa peran media sangatlah penting untuk mengawal kebijakan maupun program-program dari Dinas Pendidikan agar bisa tersampaikan ke masyarakat secara luas dan berimbang.

“Kami senang menjadi mitra strategis, bukan hanya sebagai penyampai sebuah informasi, tetapi juga menjadi pengawal mutu dan partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan,” ungkap Warsono.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Dr. Tirto Adi, M.Pd., menyambut baik dan positif inisiatif kolaborasi bersama Organisasi AWOS.

Menurut Dr. Tirto, media online memiliki jangkauan yang sangat luas dan cepat, sehingga bisa memperkuat transparansi sekaligus mendukung program-program pembinaan sekaligus peningkatan mutu pendidikan di Sidoarjo.

“Sinergi ini sangat penting, apalagi di era digital saat ini. Kami siap terbuka dan berkolaborasi agar informasi tentang dunia pendidikan bisa lebih diketahui dan dipahami oleh masyarakat,” ujar Tirto Adi dihadapan pengurus AWOS.

Tirto juga menyampaikan bahwa dirinya terbuka untuk membangun komunikasi yang intensif dengan media, terutama dalam menyampaikan program-program pembinaan, capaian, dan evaluasi yang dibutuhkan publik.

Transparansi informasi diyakini akan memperkuat partisipasi publik serta membentuk ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Data yang dikumpulkan oleh Informatika News line menunjukkan bahwa sampai dengan tahun 2025, Kualitas pendidikan di Indonesia masih sangat rendah. Kurangnya pemerataan pendidikan, rendahnya kualitas guru, masalah sarana dan prasarana, serta biaya pendidikan yang mahal; menjadi momok rendahnya kualitas pendidikan Indonesia.



 

Tingkat literasi yang sangat rendah, juga menambah buruknya kualitas pendidikan Indonesia. Tingkat literasi hanya 1 per seribu atau hanya 0,1 persen saja.

Data dari Disdakmen menunjukkan ada lebih dari 1,4 juta anak di Indonesia yang belum bersekolah. Data dari Disdakmen ini bahkan bisa lebih besar dalam kenyataannya.

Data yang diangkat oleh Bank Dunia selama beberapa tahun terakhir malah lebih mengerikan. Sebanyak 55 persen anak usia 15 tahun Indonesia dikatagorikan buta huruf secara fungsional. Angka ini jauh dibandunhkan dengan Vietnam yang hanya mencatat angka buta huruf sebanyak 10 persen saja.

Media Mahasiswa Indonesia mencatat data dari Badan litbang Kementerian Pendidikan dari total 146.052 SD di Indonesia yang tercatat mengikuti program pendidikan dengan level global ternyata hanya delapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP); dari 20.918 SMP yang tercatat ikut dalam proses penilaian juga hanya ada delapan sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program (MYP), dari 8.036 SMA yang mengikuti program kualifikasi global hanya tujuh sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program (DP).





Kolaborasi antara organisasi AWOS dan Dinas Pendidikan Sidoarjo ini diharapkan bisa  membuka ruang komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, dan memperkuat ekosistem pendidikan yang informatif, transparan, dan partisipatif.

Kerja sama ini menjadi langkah awal menuju keterbukaan dan kepercayaan publik, sekaligus sebagai bukti bahwa media dan pemerintah dapat beriringan dalam memajukan sektor pendidikan di Kabupaten Sidoarjo

Laporan : TNTW

Lebih baru Lebih lama