DOKTOR ARIEF JANUWARSO, ANTARA UNIGORO DAN VISI MISI “OUT OF THE BOX” NYA
Empat dekade merupakan waktu yang cukup panjang bagi Universitas Bojonegoro (Unigoro) untuk bisa tetap mempertahankan eksistensinya sebagai kampus pertama, sekaligus kampus favorit, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Kehadiran kampus ini menjadi jawaban atas kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan dan perguruan tinggi di Kota Bojonegoro.
Pencapaian Unigoro yang luar biasa ini sangat erat kaitannya dengan sosok Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si.
Pak Doktor Arief, biasa dipanggil begitu, adalah sosok lelaki sederhana, humoris, dan punya mimpi besar, tentang kampus Unigoro, saat ini menjabat sebagai Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (lembaga yang menaungi Unigoro) sejak tahun 2013.
Di tahun 2025, beliau berhasil meraih penghargaan “Man and Woman of the Year 2025”.
Sepanjang perjalanan karir Beliau di kampus ini, banyak dinamika dan lika-liku yang dihadapi.
Terutama mematahkan stigma negatif tentang kampus daerah.
Doktor Arief, memulai upaya perjuangan nya dengan menguatkan tri dharma perguruan tinggi yang meliputi aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
"Selanjutnya pembangunan infrastruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa,” kata Doktor Arief.
Mengenang perjuangan awal Unigoro di mana lalu. Dulu mahasiswa dan mahasiswi Unigoro didominasi oleh para pekerja. Praktis aktivitas perkuliahan hanya berlangsung di sore hari.
Ditambah dosen-dosen yang mengampu mata kuliah, sudah masuk usia tidak produktif.
Melihat situasi saat itu, dengan modal nekad yang terukur, Doktor Arief, memutuskan untuk mengambil keputusan besar perubahan drastis di Unigoro, yang ada di dalam pikiran Pak Doktor adalah
” Kenapa anak-anak lulusan SMA / SMK / MA dan yang sederajat dari Bojonegoro harus kuliah di luar kota? Kenapa tidak di Bojonegoro sini saja? Selain bisa menghemat biaya, mereka juga harus bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas seperti di daerah-daerah lainnya juga "
Berbekal pikiran tentang bagaimana cara untuk dapat membuat terobosan baru bagi kemajuan kota Bojonegoro sekaligus juga memberi manfaat bagi masyarakat kota Bojonegoro sendiri, maka Doktor Arief, memutuskan bahwa mahasiswa yang masuk kuliah di Unigoro diprioritaskan dari lulusan SMA / SMK / MA atau sederajat.
Dan kegiatan perkuliahan pun mulai diselenggarakan pada pagi hari, sementara untuk kelas sore bagi pekerja pelan-pelan ditutup.
Awalnya keputusan ini diragukan banyak pihak. Bagaimanapun juga, sesuatu yang tidak biasa pasti akan mendapat tantangan dari banyak pihak, Namun berkat kegigihan usaha Beliau, untuk bisa mewujudkan semua impiannya, akhirnya apa yang dianggap mustahil bisa jadi kenyataan.
"Alhamdulillah hasilnya bisa kita rasakan sekarang. Segmentasi mahasiswa kita adalah lulusan SMA / SMK / MA atau sederajat. Perubahan dan perbaikan dari segi kualitas pendidikan maupun sarana dan prasarana harus dilakukan agar menjadi lebih baik,” ucap Doktor Arief dengan senyum penuh kebanggaan.
Universitas Bojonegoro kini tampil beda. Mengusung misi menjadi universitas yang unggul di tataran nasional, Unigoro sukses menorehkan beragam prestasi.
Baik di bidang akademik, maupun non akademik, di tingkat nasional maupun internasional.
Selama dua tahun berturut-turut, Unigoro bahkan konsisten mempertahankan predikatnya sebagai Kampus Terbaik di Bojonegoro versi Edurank.
Dan khusus pada tahun 2025, Unigoro berhasil meraih prestasi “The Best Universities in Bojonegoro” versi Edurank dan Unirank.
Unigoro juga semakin produktif di bidang riset dan pengembangan masyarakat.
Tahun 2025, ranking SINTA Unigoro berhasil bertengger di peringkat ke 275 nasional perguruan tinggi se Indonesia.
Selain itu, Unigoro juga berhasil mengoleksi skor SINTA all years sebesar 29.205 dari penilaian pemeringkatan berdasarkan jumlah publikasi artikel yang terindeks Scopus, Garuda, dan Google Scholar.
Kemudian ditambah pula jumlah penelitian, pengabdian masyarakat, HaKI (Hak Kekayaan Intelektual), penerbitan buku, dan kegiatan yang terkait dengan revenue generating.
“Yayasan Suyitno Bojonegoro telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1,6 Milyar untuk hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dosen Unigoro. Kami mendorong dosen-dosen agar terus produktif melakukan riset,” jelas Doktor Arief lebih lanjut.
Unigoro terbuka untuk bekerja sama dengan mitra-mitra strategis. Baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Di antaranya dengan ExxonMobil Cepu Ltd, Universiti Malaysia Pahang, Asia University Taiwan, Global Workspace Alliance, dan Diamond Human Resource Taiwan.
“Target kami ke depan, Unigoro harus go international. Dan kita sudah membuktikannya dengan menjalin kerja sama. Sekaligus mahasiswa dan dosen-dosen kami juga berhasil meraih prestasi internasional. Yakni medali emas ASEAN University Games 2024 dan sebagai best presenter dalam The 15th Internasional Conference of Green Technology 2025...Semoga bisa segera terwujud dalam waktu dekat ini, Mohon doa dari semuanya,” ujar Doktor Arief sebelum menutup percakapan
***
Setiap Mimpi harus Dibeli, Dan Doktor Arief Januwarso sudah membuktikan, bagaimana beliau mampu “membeli” mimpi besar nya untuk membawa Unigoro terbang tinggi.
Tidak ada yang tak mungkin, Doa – Usaha – Iktiar – Tawakal (DUIT), yang tidak pernah berhenti akan membentuk rentetan perjuangan panjang yang tidak akan pernah sia-sia, jika seseorang mau konsisten untuk bekerja berusaha dan percaya pada kemurahan hati Tuhan Yang Maha Esa, maka mimpi besar apapun pasti akan terbeli. (Alexandra da Silva)


