Promo Bisnis Tak Perhatikan Kelestarian Lingkungan Gaya Marketing Perumahan Kediri
KOTA KEDIRI, 17/12/2025
Kegiatan bisnis terkadang dilakukan tanpa pertimbangan yang komprehensif. Mencoba mencari keuntungan akan tetapi melupakan harmoni lingkungan.
Seperti yang terjadi di Kota Kediri pada perusahaan perumahan PC. Aktivitas marketing dan promosi dilakukan asal saja, tanpa pertimbangan harmoni dan kelestarian lingkungan.
Aktivitas promosi dan marketing Perumahan PC di Kota Kediri mendapat sorotan tajam dari sejumlah praktisi lingkungan.
Pasalnya, puluhan material reklame pengembang properti perumahan tersebut ditemukan terpasang secara ilegal dengan cara dipaku pada batang pohon pelindung di sepanjang jalan Dr.Saharjo Campurejo, SM wijaya bujel ,gatot subroto merican, dan sejumlah ruas jalan utama lain di Kota Kediri.
Pemasangan alat peraga promosi tersebut termasuk dalam katagori mengganggu dan bahkan dinilai merusak ekosistem pohon pelindung pinggir jalan di perkotaan.
Para aktivis lingkungan yang dihubungi oleh Informatika News menyayangkan tindakan tidak etis dan minim literasi lingkungan dari pihak pengembang tersebut.
Aktivis lingkungan, Dions, yang saat ini sedang berafiliasi dengan Yayasan Kehati, dan juga pendukung Green Peace Indonesia di Surabaya, menyampaikan bahwa pemasangan perangkat promosi yang dipaku di pohon itu bagian dari mengganggu pohon pelindung di pinggir jalan Kota Kediri.
Dion mnekankan bahwa pohon di pinggir jalan raya tidak hanya berfungsi sebagai peneduh, tetapi juga aset lingkungan yang keberadaannya dilindungi oleh Peraturan Daerah (Perda) dan juga mengganggu pohon pelindung ini termasuk kegiatan melanggar Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sebagaimana yang menjadi ketentuan Regulasi Lingkungan Hidup (UU No. 32 Tahun 2009).
"Kami menemukan banyak reklame Pengembang Perumahan PTj yang dipaku langsung ke pohon. Ini jelas melukai pohon dan melanggar aturan," kata Arief Dion saat ditemui Informatika News Line di Hotel Merdeka kota Kediri, Rabu (17/12).
Arif Dion yang selama ini aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pelestarian lingkungan di Kediri dan Jawa Timur, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) serta Satpol PP untuk segera mengambil tindakan tegas menertibkan plang promosi yang dipaku di pinggir jalan tersebut.
" Paku itu kan mengganggu pertumbuhan pohon pelindung peneduh pinggir jalan. Itu seperti sengaja merusak pohon.. Lapisan kayunya rusak, dan proses alamiah perkembangan pohon itu terganggu .." kata Dion lebih lanjut.
Dions juga menyampaikan bahwa terkadang masyarakat termasuk para pengembang tidak memahami hal tersebut dengan baik.
" Ini tugas dari Pemerintah Kota juga untuk memberikan literasi yang cukup kepada para pengembang perumahan...banyak dari mereka melakukan ini, karena memang mereka tidak mengerti, tidak tahu...butuh sosialisasi yang cukup agar mereka tidak melakukan kesalahan seperti ini.." kata Dions menutup wawancara dengan Informatika News Line. (Mbah/Sugeng/MIG)

